my ubay

Sunday, July 7, 2013

Asam Folat


            Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya meningkat dua kali lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan dalam metabolisme normal makanan menjadi energi, pematangan sel darah merah, sintesis DNA, pertumbuhan sel, dan pembentukan heme (Sulistyawati, 2009:109)
            Fungsi dari asam folat menurut Mulya (2011:10) antara lain sintesis material untuk gen; metabolisme protein, kesehatan janin, tulang, rambut, sel darah merah, saraf, dan pencernaan; sistem kekebalan tubuh.
            Jenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi, hati, brokoli, sayur berdaun hijau (bayam, asparagus), dan kacang-kacangan (kacang kering, kacang kedelai). Sumber lain adalah ikan, daging, buah jeruk, dan telur (Sulistyawati,2009:109)
            Preparat suplementasi sebaiknya diberikan sekitar 28 hari setelah ovulasi atau pada 28 hari pertama kehamilan karena otak dan sumsum tulang belakang dibentuk pada minggu pertama kehamilan. Dengan demikian, pemberian suplementasi harus dilaksanakan sebelum konsepsi terjadi. Besarnya suplementasi ialah 280, 660, dan 470 g per hari, masing-masing pada trimester I, II, dan III (Arisman,2009:19).

            Dampak kekurangan asam folat pada ibu akan menyebabkan ibu menderita anemia megaloblastik dengan gejala diare, depresi, lelah berat, dan selalu mengantuk. Jika kondisi ini terus berlanjut, dan tidak segera ditangani, maka pada janin akan terjadi berat bayi lahir rendah (BBLR), ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida) (Sulistyawati,2009:109).  Sedangkan kelebihan asam folat tidak menimbulkan efek samping karena zat ini larut dalam air (Wikia.2004)

No comments:

Post a Comment